Jumat, 05 Oktober 2012

Ronaldo Masuk Islam, Kecam Film Innocence of Muslims?

Tidak ada komentar:
 Foto bintang sepak bola Cristiano Ronaldo sedang memegang kaligrafi syahadat menghebohkan dunia maya, baru-baru ini. Di jejaring sosial, Ronaldo diposisikan mendukung Islam dan mengecam film Innocence of Muslims. Benarkah megabintang Real Madrid itu masuk Islam gara-gara film Innocence of Muslims?

Seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (25/9), foto Ronaldo yang sedang memegang pigura dengan gambar kaligrafi kalimat syahadat, menyebar lewat situs jejaring sosial Facebook dan Twitter.

"Banyak pengguna Facebook telah berbagi gambar yang menunjukkan Cristiano Ronaldo membawa suvenir dengan tulisan Arab. Foto dianggap sebagai reaksi Ronaldo dalam menanggapi fitnah yang dialami umat Islam belakangan ini," tulis Al-Arabiya menukil dari Ad-Diyar.

Namun setelah ditelusuri, foto tersebut ternyata hasil 'editan' dari foto asli ketika Ronaldo sedang memegang foto aksinya di lapangan saat membela Timnas Portugal. Ia tidak memegang kaligrafi dua kalimat syahadat.
“Beritanya disebarkan di kalangan media Iran,” kata Saman Kamvar, pemimpin redaksi koran Kristen Iran Mohabat News kepada Al Arabiya.

Kabar Ronaldo memiliki 'solidaritas kepada umat Islam' awalnya dilaporkan klub jurnalis Iran yang berafiliasi dengan media Pemerintah Iran. Foto itu kemudian menyebar cepat. Namun, banyak yang tak menyadari foto Ronaldo itu adalah hasil manipulasi.

Al Arabiya menambahkan, foto hasil manipulasi itu awalnya beredar di forum-forum situs berita online berbahasa Arab akhir Juni lalu, seiring dengan kabar yang merebak bahwa Ronaldo telah masuk Islam. Agaknya, foto itu dimunculkan kembali menyusul hebohnya film Innocence of Muslims. [IK/Hdy/bsb]

sumber : BERSAMA DAKWAH COM http://komunitaspmc.blogspot.com/2012/10/ronaldo-masuk-islam-kecam-film.html

Minggu, 30 September 2012

Hidayat Nur Wahid timpuki Kedubes AS dengan kertas putih

Tidak ada komentar:
JAKARTA (Arrahmah) - Mantan Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) melakukan aksi simbolis dengan melempari kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dengan kertas putih dan diikuti oleh ratusan massa PKS lainnya.

Pelemparan kertas tersebut merupakan bentuk protes yang dilakukan Partai Keadilan Sejahteran (PKS) terhadap penghinaan dan penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW dalam film The Innocence of Muslims, di depan Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat
.
Meskipun dikawal ketat oleh puluhan aparat kepolisian yang membuat brikade, aksi pelemparan tersebut berlangsung aman dan tertib.

"Musuh kami bukan polisi, tapi Nakoula Bassile laknatullah dan Amerika yang membiarkan penghina Nabi tetap bebas," ujar salah seorang orator di atas mimbar.

Berdasarkan pantauan seperti dilansir Tribunnews, di depan kantor Kedubes AS Jalan Medan Merdeka Selatan, Minggu (30/9/2012), Hidayat yang pertama kali melempar gumpalan kertas putih ke arah Kedubes AS, kemudian diikuti KH Slamet Effendi Yusuf, perwakilan Komunitas Biksu Dwi Wirya dan politisi senior PDI Perjuangan Sabam Sirait, disusul oleh kader PKS lainnya.

Ketua Fraksi PKS di DPR ini mengatakan dalam orasinya, kebebasan berekspresi diperbolehkan. Namun tidak benar jika kebebasan berekspresi ialah anarki serta mencaci dan menghina tokoh-tokoh agama yang dianggap suci.

"Amerika sebagai kiblat dari kebebasan berekpresi, ternyata juga dibatasi, ketika mengkritisi Yahudi terkait holocaust maka akan dihukum, tapi kenapa yang menghina Islam tidak dihukum dengan dalih kebebasan agama," kata Hidayat di atas mimbar, depan kantor Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, (30/9/2012).

Usai menyuarakan aksinya, massa PKS serentak membubarkan diri dengan tertib. Tak lama kemudian pihak kepolisian pun ikut membubarkan diri, dan jalan Medan Merdeka Selatan di depan Kedubes AS yang ditutup pun segera dibuka kembali. (bilal/ Arrahmah)

Ribuan massa PKS demo Kedubes AS

Tidak ada komentar:

JAKARTA (Arrahmah) - Sekitar 3.000 simpatisan PKS berdemo di depan gedung Kedubes Amerika Serikat, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Mereka memprotes film "Innocence of Muslims" dan praktik penistaan agama di dunia Barat.

Ribuan demonstran itu mulai menyemut sejak pukul 13.30 WIB, Minggu (30/9/2012) seperti dilansir detikcom. Mayoritas demonstran mengenakan atribut berwarna putih dan berbaju cokelat dengan logo PKS, sambil membawa bendera merah-putih.

Dalam orasinya para demonstran mengutuk film "Innocence of Muslims" dan mengecam sutradara film tersebut. Sekitar 200 polisi mengawal demo tersebut.
"Siapa musuh Anda? Siapa musuh umat manusia?" teriak sang orator.
"Amerika, youtube go to hell, google kita segel!" jawab ribuan demonstran.

Akibat demonstrasi tersebut, arus lalu-lintas di Jl Medan Merdeka Selatan ditutup. Kendaraan dari arah Tugu Tani dialihkan ke arah Masjid Istiqlal, sedangkan kendaraan dari arah Bundaran Indosat dialihkan ke Jl MH Thamrin dan Jl Medan Merdeka Barat.

Dalam pernyataan tertulisnya, PKS ingin menyampaikan pesan secara simpatik dan damai namun tegas terutama kepada Pemerintah AS yang masih lambat dalam menangani penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh warga negara dan lembaga di AS.

PKS ingin menuntut agar Pemerintah AS segera bersikap tegas terhadap pelaku penista agama. Selain itu, standar ganda pemerintah AS dalam menindak penista agama harus dievaluasi. Yang ketiga PKS mendukung langkah Presiden SBY yang mengusulkan dibuatnya protokol internasional antipenistaan agama.

Secara simbolik PKS juga bermaksud memberikan beberapa buku tentang sejarah Nabi Muhammad saw, kepada perwakilan Kedubes AS di Jakarta di antaranya buku "Muhammad" karya Karen Amstrong, "The 100 A Rangking Of The Most Influential Persons in History" karya Michael S Hart dan "Siroh Nabawiyah" karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury. PKS ingin AS dan negara-negara Barat memahami siapa sosok Nabi Muhammad SAW secara komprehensif dan dari sudut pandang mereka sendiri. (bilal/arrahmah)

Jumat, 28 September 2012

Korban Bahuga Jaya Sempat Tinggal di Cibeber Cimahi

Tidak ada komentar:
Rita Sulastri (46), salah satu korban hilang dalam peristiwa tenggelamnya kapal motor Bahuga Jaya di perairan Selat Sunda, Rabu (26/7) lalu, ternyata merupakan warga Kota Cimahi. Ia tercatat sebagai warga RT 02/RW 03 Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan.

Hal itu dibenarkan Cucun (30), istri Ketua RT 02. Ia mengatakan, Rita memang dikenal sebagai warga yang tinggal di RT-nya. Namun, katanya, saat dicek ke kontrakannya, Rita bersama keluarganya, ternyata sudah pindah. "Saat Pemilukada Cimahi pada tanggal 8 September lalu, mereka masih ada. Tetangganya pun tidak tahu ke mana tepatnya mereka pindah," ujar Cucun kepada wartawan ditemui di kediamannya, Jumat (28/9).

Cucun mengatakan, Rita bersama suaminya belum satu tahun pindah ke wilayah Cibeber. Suami Rita, katanya, merupakan karyawan salah satu perusahaan BUMN di Kota Bandung. Namun, lanjutnya, beberapa bulan lalu suami Rita sempat mengungkapkan ingin membuat kartu keluarga (KK) baru. Tetapi hal itu belum bisa dilakukan karena belum ada surat pindah dari kota asal mereka.

Diakui Cucun, dirinya mengetahui Rita sebagai salah satu korban hilang dari kapal motor Bahuga Jaya dari wartawan yang mencari kediaman keluarga Rita di Cimahi.

"Saya memang tahu tentang peristiwa tenggelamnya KM Bahuga Jaya, tapi saya tidak tahu kalau salah satu korban yang hilang adalah Ibu Rita. Saya tidak bisa memberikan kepastiannya, karena ternyata keluarga yang bersangkutan sudah tidak tinggal di RT 02 lagi. Mereka tidak melaporkan kepindahannya," ujar Cucun.

sumber GALAMEDIA sabtu, 29 september 2012

Bandung Deathfest 6

Tidak ada komentar:
WAKTU
Sabtu, 29 September 2012

TEMPAT
Braga Fest
Jl. Braga Panjang, Bandung

LINE UP
Kaluman
Dismemberment Torture
Motor Death
Rottenatomy
Demons Damn
Necroterror
Pigphobia
Khasarath
Faith Must Pain
Sundality
Cannabies

TIKET
Gratis/Free/Teu Mayar

Rabu, 26 September 2012

Subhanallah, Ada Punk Muslim

Tidak ada komentar:
Rabu, 22 Agustus 2012

Jakarta: Komunitas Punk tidak selamanya identik dengan ideologi perlawanan dan kebebasan tanpa aturan. Pasalnya, di Jakarta ada komunitas Punk Muslim.

Komunitas ini terbentuk dari pertemanan lima orang pengamen yang biasa mengamen di kawasan Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Mereka mengartikan Punk dengan singkatan Pemuda Unik dan Kreatif.

Nama muslim ditempelkan dibelakangnya karena mereka memiliki konsep agar yang bergabung bisa  kembali ke jalan agama. Maka tidak heran jika di sanggar mereka sering digelar acar pengajian, dan kegiatan religi lainnya.

“Setelah masuk Punk Muslim, dan gue baru sadar. Oiya ya, hidup gue nggak ada artinya di jalanan,gue harus berubah. Kita boleh hancur dalam penampilan tapi jangan lupa salat dan mengaji,” kata Anggi, salah satu anggota Punk Muslim.

Sama seperti muslim lainnya, komunitas ini setiap bulan Ramdan akan menjalani puasa. Bahkan, setiap Ramadan tiba di sanggar mereka diadakan pesantren jalan. (wtr5)

http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/08/22/157927/Subhanallah-Ada-Punk-Muslim/3

Jurnalis Dibekuk Polisi Karena Coret Iklan Anti-Islam di Stasiun Kereta New York

Tidak ada komentar:
Pemasangan iklan anti Islam di stasiun kereta New York mendapat tanggapan dari orang yang tidak suka dengan iklan tersebut.

Seorang jurnalis keturunan Mesir di Amerika Serikat (AS) Mona Eltahawy ditangkap oleh kepolisian setelah mencoret-coret papan iklan anti-Islam di stasiun kereta New York. Tindakan itu sengaja dilakukan Eltahawy karena dirinya merasa terganggu dengan kalimat di iklan itu.

Eltahawy menggunakan pilox berwarna pink untuk mencoret-coret papan iklan tersebut. Tindakan perempuan keturunan Mesir itu langsung tertangkap kamera fotografer kantor berita New York Post Pamela Hall. Hall pun bertanya ke Eltahawy, "Mona, apa kau kira tindakanmu ini benar?"

"Ya, saya rasa ini adalah kebebasan untuk berekspresi," jawab Eltahawy, seperti dikutip New York Post, Rabu (26/9/2012).

Jurnalis yang juga merupakan aktivis pembela hak perempuan itu langsung ditangkap oleh kepolisian atas tuduhan kejahatan dan membuat grafiti di dinding. Rekaman Eltahawy yang mencoret-coret iklan itu juga diunggah di situs berita New York Post.

Iklan anti-Islam itu digagas American Freedom Defense Initiative (AFDI), sebuah gerakan yang didanai oleh aktivis anti-Islam Pamela Geller. Mereka berhasil mendapatkan izin dari Pengadilan Manhattan untuk menyebar poster-poster iklan yang bertulisan "Dalam peperangan antara warga beradab dan biadab, dukunglah mereka yang beradab. Dukung Israel dan lawan Jihad."

Setelah Eltahawy mencoret-coret papan iklan itu dengan pilox, Geller pun marah. Geller mendeskripsikan Eltahawy sebagai seorang "preman fasis." Geller juga menyebut jurnalis senior itu sayap kiri.(fq/okezone)

Foto PUNK Muslim (original page)

Foto PUNK Muslim (original page)

Daftar Blog Saya

  • Jangan menikah karena cinta - Apa jadinya jika kendaraan selama perjalanan panjang adalah kendaraan yang tak nyaman? Apa jadinya jika tempat bersandar selama perjalanan panjang adala...
    4 bulan yang lalu

Followers

Blog Archive

Alamat Sekarang

Bons Punks Cimahi : Jl. Laswi km 4 Desa Ciheulang Ke. Ciparay Kab. Bandung